Jika kamu tidak diam, aku akan memberimu tamparan.
45 · id
Kalimat singkat dan sederhana dengan “aku”, cocok untuk anak/sekolah dasar, beserta frasa umum dan kata terkait.
Jika kamu tidak diam, aku akan memberimu tamparan.
Saudaraku, tolong bantu aku mengangkat perabot ini.
Saudaraku marah karena aku tidak meminjamkan bukuku.
Kekasihku yang terkasih, oh betapa aku merindukanmu.
Di sana aku, menunggu dengan sabar kedatangan cintaku.
Pada ulang tahunku yang terakhir, aku menerima kue raksasa.
Kau tahu bahwa aku akan selalu ada di sini untuk mendukungmu.
Oh, betapa aku ingin bepergian keliling dunia suatu hari nanti.
Sebenarnya, kamu tidak akan percaya apa yang akan aku ceritakan.
Mengapa kamu di sini? Aku bilang aku tidak ingin melihatmu lagi.
Kata-katanya membuatku terkejut; aku tidak tahu harus berkata apa.
Adik perempuanku selalu bermain dengan bonekanya ketika aku di rumah.
Ayahku adalah yang terbaik di dunia dan aku selalu bersyukur padanya.
Ada lonceng yang berbunyi di kepalaku dan aku tidak bisa menghentikannya.
Pesawatku jatuh di gurun. Sekarang aku harus berjalan untuk mencari bantuan.
Cahaya di kamarku terlalu redup untuk membaca, aku harus mengganti bohlamnya.
Detak jantungku berdetak lebih cepat ketika aku melihatnya berjalan ke arahku.
Dari jendelaku, aku melihat malam, dan aku bertanya-tanya mengapa begitu gelap.
Angin laut menyentuh wajahku, sementara aku berjalan di pantai saat matahari terbenam.
Ketika ayahku memelukku, aku merasa semuanya akan baik-baik saja, dia adalah pahlawanku.
Oh! Musim semi! Dengan pelangi cahaya dan cinta, kau memberiku keindahan yang aku butuhkan.
Ayahku adalah pahlawanku. Dia selalu ada untukku ketika aku membutuhkan pelukan atau nasihat.
Olahraga adalah hidupku, sampai suatu hari aku harus meninggalkannya karena masalah kesehatan.
Angin menyentuh wajahku saat aku berjalan pulang. Aku merasa bersyukur atas udara yang kuhirup.
Saudara kecilku bilang bahwa dia telah menemukan anggur di taman, tetapi aku tidak percaya itu benar.
Rumput tinggi di padang mencapai pinggangku saat aku berjalan, dan burung-burung bernyanyi di atas pohon.
Ada seekor laba-laba di kamarku, jadi aku mengangkatnya ke selembar kertas dan melemparkannya ke halaman.
Rasa pedas dari kari membuat mulutku terbakar, sementara aku mencicipi makanan India untuk pertama kalinya.
Angin beku bertiup melawan wajahku saat aku berjalan menuju rumahku. Aku tidak pernah merasa begitu kesepian.
Meskipun dia adalah seorang pria yang kadang kasar, dia akan selalu menjadi ayahku dan aku akan mencintainya.
Aku memeluknya dengan erat. Itu adalah ungkapan terima kasih yang paling tulus yang bisa aku berikan saat itu.
Dari tempat tidurku, aku melihat langit. Selalu aku terpesona oleh keindahannya, tetapi hari ini tampak sangat indah.
Matahari yang terik di sore hari menghantam punggungku dengan kuat, sementara aku berjalan kelelahan di jalanan kota.
Bau rumput yang baru dipotong membawaku kembali ke ladang masa kecilku, di mana aku bermain dan berlari dengan bebas.
-Roe -kataku kepada istriku ketika aku bangun-, apakah kamu mendengar burung itu bernyanyi? Itu adalah seekor kardinal.
Hujan turun tanpa henti, membasahi pakaianku dan meresap hingga ke tulang, sementara aku mencari perlindungan di bawah sebuah pohon.
Aku membaca buku di taman sore tadi.
Di kelas, aku duduk di sebelah jendela.
Aku memasak nasi goreng untuk makan malam.
Selama pandemi, aku belajar banyak hal baru.
Besok, aku akan pergi berlibur bersama keluarga.
Aku merasa senang ketika mendengarkan musik jazz.
Saat hujan turun, aku lebih suka berdiam di rumah.
Teman-temanku sering mengajakku bermain sepak bola.
Aku berjanji untuk datang tepat waktu ke acara itu.
Generator kalimat AI gratis: buat contoh kalimat yang sesuai usia dari kata apa pun. Ideal untuk siswa dan pembelajar bahasa.